Postingan

Bogor, kehidupan yang singkat namun bermakna

bukanku mau menyendiri dan menyalahkan sebuah keadaan namun mungkin ini memang tepat buat saling mengintropeksika diri. aku bahagia bisa menikmati hari-hari nan indah bersama kalian namun akupun punya batasan yang aku harapkan kalian faham akan batasanku. bukanku menolak akan keceriaan, candaan, ejekan yang kalian buat namun sungguh aku ingin lebih dekat dengan agamaku. tolong ajarkan aku hal itu agar aku tak salah arah. aku bersyukur bisa mendapatkan teman sebaik kalian, seheboh kalian, seceria kalian mungkin ini hanya kemanjaanku semata yang membuatku seperti sekarang. aku pun tak pernah membayangkan aku dan kalian bisa sedekat ini layaknya sebuah keluarga ya karena bogorlah kita bisa merasa layaknya keluarga, bagaimana tidak selama dua bulan kami bersama. suka duka pun ada namun tetap kami lewati, saling melengkapi satu sama lain. terlihat jelas karakter aku dan kalian mana yang buruk dan mana yang baik namun sesungguhnya kita itu tetap terimakasih telah m, bagaimanapun tetap saudar...

(Jangan) Kembali

untuk menjadi seorang wanita yang lebih harusm dari kasturi, lebih indah dari mentari, lebih lembut dari rintikan hujan, haruslah mampu menerima ketentuan Allah dengan senang hati. jikalau saat ini kamu sedih, anggaplah sedihmu itu salah satu cara Allah mengampuni dosa-dosamu.  seorang wanita yang mengidolakan Aisyah, Khadijah, Fatimah hendaklah memiliki pelita dalam menghadapi gelapnya cobaan hidup.  Allah itu tau apa yang dibutuhkan ummatnya, Allah juga tau kapabilitas maksimal dari ummatnya.  jika saat ini masalahmu begitu banyak, cobaanmu begitu besar, dan rasa sedihmu begitu dalam. percayalah, bahwa Allah itu yakin jika kamu mampu menghadapi itu semua.  aku tidak kagum dengan kisah Juliet yang rela meminum racun demi cintanya kepada Romeo. Akupun tidak cemburu dengan kisah cinta Milea dan Dilan, dengan Dilan yang akan menghilangkan siapa saja yang akan menyakiti Milea. Aku juga tidak iri dengan kisah cinta Laras dan Fino.  Namun, sungguh aku...

celotehan tak berarti II

sebuah kesendirian nampaknya perlu aku lanjutkan entah sampai kapan. sebuah kenyamanan hadir didalamnya, ketika aku menggeluti hal itu aku bersyukur aku masih bisa menikmati indahnya hidup indahnya melihat kebesaran dan kuasa Allah. meskipun aku terlihat bodoh dan meninggalkan tanggung  jawab tapi sunguh dalam hati ini tak ada niat hal seperti itu. mungkin ini bagian dari proses, proses pemahaman hidup agar hidup ini lebih bermanfaat. aku teringat benar kesalahanku waktu lalu dan sungguh dalam hati ini menyesal dan ingin memperbaiki masa laluku. selagi masih ada waktu untuk memperbaikinya apasalahnya untuk memperbaiki. mari kita nikmati indahnya menyendiri untuk menjadi lebih baik.

celotehan tak berarti

ketika hati ini rapuh ketika hati ini gelisah ketika hati ini penuh dengan ketidakpastiaan dan ketika hati ini sulit untuk ditata masyaAllah, bukankah hati ini sangatlah sensitif dengan ketidakpastian dalam hati ini, dalam jiwa ini dan dalam batin ini aku ingin berbenah dan kembali menjadi manusia yang bersih

ketika sebuah impian kembali bersemi part 1

tak terasa hidupku hampir setengah abad. tapi serasa aku belum bisa mewujudkan impiankku dulu. berasa menjadi orang yang belum bermanfaat, berasa menjadi orang yang selalu merasa merugi, dan berasa menjadi orang yang paling hina. tak terbayangkan ketika dulu aku bisa menuliskan beberapa angan-angan masa depan dan itupun aku yakini bahw aku bisa tapi entah kenapa hingga saat inipun masih ada impian yang belum aku capai. mungkin karena aku terlena dengan kehidupan sekarang atau mungkin aku sudah merasa begitu  nyaman dengan apa yang aku jalani saat ini. masyaAllah. menghela nafas panjang dan kembali meneteskan air mata. sungguh berasa menjadi orang yang tak berguna dengan klondisi seperti saat ini. saat kecil begitu mudah aku berucap aku ingin itu, aku ingin ini tapi ketika dewasapun datang aku tak berani memimpikan hal yang besar, pasti melihat manfaat dan mudzorotnya.

sabar itu barokah

lagi lagi permasalahan itu muncul. permasalahan antara hati, fikiran, dan raga. entah ini benar yng disebut masalah ataupun sekedar keluhan belakang. tapi bagiku ini sebuah masalah yang menuntut kita berfikir lebih dewasa. harus bisa menjadi kakak yang baik, yang dapat memahami adik-adiknya satu sama lain tanpa pilih kasih ataupun membeda-bedakan. disisi lain harus menjadi adik yang memahami kakaknya. memang susah ketika tubuh ini diposisikan menjadi orang yang bisa berubah kapan pun dan dimanapun, harus pandai-pandai mengelola hati, fikiran, dan tenaga. permasalahannya bukan hanya dimana kita dituntut dewasa tapi dimana kita bisa menularkan kedewasaan itu kepada lingkungan kita agar tidak terjadi kesalah fahaman dan fikiran-fikiran negatif. tak ada yang sulit selagi kita berusaha. dan bagiku nikmat sabar memahami karakter orang itu indah.

it's my choice

Gambar
Hijab, sebuah kata yang semakin ramai saja dibicarakan. entah karena apa dan siapa kata tersebut buming. dan bagiku aku sekrang sedang belajar, memahami, dan memasukkan dalam hati apa itu esensi hijab. memang cukup sulit, berat, dan serasa aneh untuk merubah dari yang sebelumnya tapi ini lah pilihan hidup. pilihan yang semoga tak salah diambil untuk menyempurnakan hidup sebagai sosok wanita. aku mersa bahagia, tapi belum puas dengan ilmu yang aku dapatkan saat ini. aku harus terus belajar dan terus memahami makna hijab sesungguhnya agar tidak terlena semata-mata. sesungguhnya aku merubah itu karen aku cinta Rasulullah dan Allah sehingga aku mencoba taat akan perintahnya.