sabar itu barokah

lagi lagi permasalahan itu muncul. permasalahan antara hati, fikiran, dan raga. entah ini benar yng disebut masalah ataupun sekedar keluhan belakang. tapi bagiku ini sebuah masalah yang menuntut kita berfikir lebih dewasa. harus bisa menjadi kakak yang baik, yang dapat memahami adik-adiknya satu sama lain tanpa pilih kasih ataupun membeda-bedakan. disisi lain harus menjadi adik yang memahami kakaknya. memang susah ketika tubuh ini diposisikan menjadi orang yang bisa berubah kapan pun dan dimanapun, harus pandai-pandai mengelola hati, fikiran, dan tenaga. permasalahannya bukan hanya dimana kita dituntut dewasa tapi dimana kita bisa menularkan kedewasaan itu kepada lingkungan kita agar tidak terjadi kesalah fahaman dan fikiran-fikiran negatif. tak ada yang sulit selagi kita berusaha. dan bagiku nikmat sabar memahami karakter orang itu indah.



satu tahun yang lalu, aku masih berada di posisi adik. posisi dimana masih ingin dimanjakan oleh kakak kakaknya tapi bukan itu yang aku cari melainkan bisa masuk kedunia mereka dan aku bisa memahami lingkungan itu. antimainstrem. itulah kata yang selalu aku pengang kala itu, aku ingin berbeda dari yang lain pappun yang terjadi. mungkin karena aku belum berpandangan jauh kedepan ya itulah yang terjadi. terlalu mementingkan orang lain dan lupa akan diri sendiri. tapi bagiku itu tak masalah karena itu merupkan salah satu bentuk ibadahku. ketika itu aku punya komunitas baru sebenarnya baik tapi karena akunya saja  yang berfikiran sempit yang menyebabkan aku lari perlahan-lahan dari komunitas itu. selama setahun itu banyak sekali pelajaran dan pelajaran baik itu harus aku tularkan tahun ini kepada adik-adikku.

dan tahun ini aku menjadi adik sekaligus kakak. berada di dua rumah yang sangat berbeda budaya, cara kerja, dan semangatnya. transfer ilmu positifpun harus aku tularkan agar menghasilkan keluaran  yang positif pula. yang saat ini terjadi adanya ketidak samaan pandangan tapi itu bagian dari proses. proses pengakrabkan kita. yang terpenting saat ini aku ga boleh jadi orang egois. orang yang tidak bisa menempatkan diri. urusan hati ya tidak boleh dibawa-bawa ke urusan organisasi, begitupun sebaliknya. karena ketika permasalahan itu dicampur adukkan pasti akan timbul ketidak cocokan satu sama lain.
jangan mengumbar-umbar masalah dan fokuskan curhat pada yang memberi masalah. itu sih menurutku.

masalah itu pasti akan datang dimanapun aku berada, karena dengan masalah itu kita dituntut untuk menyelesaikan masalah itu dan dengan begitupula kita dituntut dewasa. dan kedewasaan itu tak dapat diukur dari kapan kita lahir tapi dapat diukur dari seberapa bayak kita menyelesaikan masalah yang ada.
nikmatilah masalah itu dan coblah keluar dengan solusi yang indah. indah untuk orang lain dan indah untuk kita.

dan ketika masalah itu datang pasti kita dituntut untuk bersabar, karena sabar itu indah dan membawa barokah untuk semunya. berfikir positif dan selalu tersenyum ketika masalah itu datang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

it's my choice

Inilah caraku memaknai arti cinta

Terdiam