celotehan tak berarti II
sebuah kesendirian nampaknya perlu aku lanjutkan entah sampai kapan. sebuah kenyamanan hadir didalamnya, ketika aku menggeluti hal itu aku bersyukur aku masih bisa menikmati indahnya hidup indahnya melihat kebesaran dan kuasa Allah. meskipun aku terlihat bodoh dan meninggalkan tanggung jawab tapi sunguh dalam hati ini tak ada niat hal seperti itu. mungkin ini bagian dari proses, proses pemahaman hidup agar hidup ini lebih bermanfaat. aku teringat benar kesalahanku waktu lalu dan sungguh dalam hati ini menyesal dan ingin memperbaiki masa laluku. selagi masih ada waktu untuk memperbaikinya apasalahnya untuk memperbaiki. mari kita nikmati indahnya menyendiri untuk menjadi lebih baik.