ketika sebuah impian kembali bersemi part 1

tak terasa hidupku hampir setengah abad. tapi serasa aku belum bisa mewujudkan impiankku dulu. berasa menjadi orang yang belum bermanfaat, berasa menjadi orang yang selalu merasa merugi, dan berasa menjadi orang yang paling hina. tak terbayangkan ketika dulu aku bisa menuliskan beberapa angan-angan masa depan dan itupun aku yakini bahw aku bisa tapi entah kenapa hingga saat inipun masih ada impian yang belum aku capai. mungkin karena aku terlena dengan kehidupan sekarang atau mungkin aku sudah merasa begitu  nyaman dengan apa yang aku jalani saat ini. masyaAllah. menghela nafas panjang dan kembali meneteskan air mata. sungguh berasa menjadi orang yang tak berguna dengan klondisi seperti saat ini.
saat kecil begitu mudah aku berucap aku ingin itu, aku ingin ini tapi ketika dewasapun datang aku tak berani memimpikan hal yang besar, pasti melihat manfaat dan mudzorotnya.

entah apa yang aku putuskan saat ini merupakan sebuah jalan menuju impianku dulu atau bukan, yang jelas saat ini impian itu sedang mekar-mekarnya. ya karena umi dan abi semuanya akan begitu indah. apa yang akan diputuskanpun akan serasa lebih ringan dan menjalani dengan hati yang ikhlas. nikmat sebuah keluarga yang senantiasa ada dan mensuport ketika mimpiku itu bersemi dan aku bertekan akan mewujudkan hal itu. 
aku sadar, aku faham pasti lah dengan apa  yang diputuskan saat ini banyak orang yang meras kecewa dan tersakiti namun itulah sebuah pilihan. sebenarnya tak ada alasan aku untuk pergi dan meninggalkan amanah itu karena sebuah impian. termasuk kedalam orng yang tak bertanggung jawab jika hal itu terjadi. bahkan ketika kita bermimpi dan menuliskan beberapa targetan hidup  yang akan dicapai beberapa tahun kedepan pstilah ada yang tak sama dari impian itu. "apa yang kita rencakan belum tentu sesuai dengan apa yang kita harapkan, bahkan bisa jadi berbeda jauh dari rencana itu", ya itu sih nasihat dari seorang teman yang tak rela aku meninggalkan amanah itu dengan alasan yang demikian.

dan biarkan apa yang menjadi keputusanku saat ini tetap berkembang mekar dan bersemi didalam hati. mungkin suatu saat hati ini akan luluh dengan sebuah kepastian. saat ini aku hanya ingin menjadi kebanggaan abi dan umiku. ssemoga kelak engkau benar-benar merasa bangga akan keberadanku setelah dulu aku pernah membuatmu kecewa. dan kekecewaan itu pun kini aku rasakan tapi aku tak berani menyampaikan hal ini dan ingin mengulang hal itu agar kekecewaan itu berakhir. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

it's my choice

Inilah caraku memaknai arti cinta

Terdiam