(Jangan) Kembali
untuk menjadi seorang wanita yang lebih harusm dari kasturi, lebih indah dari mentari, lebih lembut dari rintikan hujan, haruslah mampu menerima ketentuan Allah dengan senang hati.
jikalau saat ini kamu sedih, anggaplah sedihmu itu salah satu cara Allah mengampuni dosa-dosamu.
seorang wanita yang mengidolakan Aisyah, Khadijah, Fatimah hendaklah memiliki pelita dalam menghadapi gelapnya cobaan hidup.
Allah itu tau apa yang dibutuhkan ummatnya, Allah juga tau kapabilitas maksimal dari ummatnya.
jika saat ini masalahmu begitu banyak, cobaanmu begitu besar, dan rasa sedihmu begitu dalam. percayalah, bahwa Allah itu yakin jika kamu mampu menghadapi itu semua.
aku tidak kagum dengan kisah Juliet yang rela meminum racun demi cintanya kepada Romeo. Akupun tidak cemburu dengan kisah cinta Milea dan Dilan, dengan Dilan yang akan menghilangkan siapa saja yang akan menyakiti Milea. Aku juga tidak iri dengan kisah cinta Laras dan Fino.
Namun, sungguh aku sangat mendambakan kisah cinta Sayyidah Aisyah dengan Rasulullah. Begitu setianya Aisyah menunggu Rasulullah pulang meskipun pulangnya hingga larut malam. Hingga Aisyah tertidur dibelakang pintu sedangkan Rasulullah tak sanggup untuk membangkunkannya, sehingga beliau rela tidur didepan pintu. Adakah kisah cinta yang melebih itu? Melebihi kisah romantisnya beliau.
aku harus segera sadar, bahwa segala sesuatu yang ada didunia atas kehendak Allah pasti akan kembali kepada Allah pula. Bahkan, setetes air yang jatuh ke bumi itupun kehendak Allah. tak ada yang mampu membendung apa yang Ia tetapkan.
termasuk kisah cinta yang penuh dengan kesemuan semata ini, beruntungnya kamu saat ini. Berakhir sebelum apa yang tidak seharusnya terjadi. Percaya saja bahwa cinta yang seutuhnya, cinta yang setulusnya hanya akan muncul setelah akad berkumandang.
Semua yang terjadi saat ini adalah ujian di dunia. Bahagia, sedih, itupun ujian. kaya dan miskin juga ujian. semua hanyalah perantara semata sebagaimana ketetapan yang Allah gariskan. Menjadikan Allah sebagai tujuan utama dari hal yang paling utama.
Ya Allah, Ya Tuhanku. sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari lemahnya kemaudan dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada rasapengecut dan kikir, aku berlindung kepadamu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia. (HR. Abu Dawud)
yang bisa aku lakukan saat ini hanya terus bersabar, mengutamakan rasa sabar demi menggapai keindahan dan kesucian dari surga.
Perbanyak istighfar dan memuji nama Allah, maka kamu akan merasa tenang.
Apa yang datang padamu saat ini, merupakan hasil dari apa yang kamu lakukan hari kemarin.
Jika kamu masih mengidolakan kisah cinta Aisyah dan Rasulullah, gapailah kisah cinta itu dengan suci. Jangan kau gunakan nafsu untuk meluapkan rasa cintamu. Pendamlah, hingga saatnya tiba. layaknya orang berbuka puasa, yang akan merasa nikmat ketika waktu berbuka telah tiba.
Teruslah berbenah, berdo'a, dan ikhtiar agar pasangan hidupmu akan datang disaat kamu siap.
Dan jangan pernah kembali lagi jika kamu tak pernah siap untuk berjanji atas nama Allah. karena kini, aku tak butuh janji yang sangat mudah kau ucapkan namun tak mampu kau pertanggung jawabkan. Kelak, semua tentangmu akan menjadi cerita dan pelajaran untuk anak-anak ku.
Dan jangan pernah kembali lagi jika kamu tak pernah siap untuk berjanji atas nama Allah. karena kini, aku tak butuh janji yang sangat mudah kau ucapkan namun tak mampu kau pertanggung jawabkan. Kelak, semua tentangmu akan menjadi cerita dan pelajaran untuk anak-anak ku.
Komentar
Posting Komentar