rinduku pada keluarga baruku
yang dulu sangat berambisi masuk kedalam sebuah keluarga itu, keluarga yang dilihat nyaman dan penuh kasih sayang didalamnya. setelah aku masuk kedalam rumah itu, keluarga itu memang benar adanya. nyaman, penuh kebahagiaan dan tanggung jawab. tapi itu semua dirasakan diawal hingga pertengahan kepegurusan. setelah berjalannya waktu, tanggung jawab dan amanah kita pun mulai terselesaikan sedikit demi sedikit, tapi bukanlah sebuah kenyamannan yang terbuat melainkan sebuah kebosanan yang ada. kebosanan karena yang bekerja hanya orang itu saja, kebosanan karena komunikasi yang ada hanya satu arah.
tapi karena kondisi seperti itulah, fikiran dan hati ini mulai tergugah. sebuah amanah itu berharga dan perlu dipertanggung jawabkan kelak, sehingga hati ini semakin belajar memaknai, memahami akan arti keluarga.
bukankah kita harus selalu memakai evaluasi, agar apa yang akan dilaksanakan kelak lebih baik dari sekarang. ketika yang peduli akan evaluasi hanya satu, dua orang saja apa jadinya keluarga ini. mulai rapuh dan tanpa batasan. itu hal yang sangat tidak diinginkan, pasti akan ada sebuah kekecewaan yang ada tapi sesunggungnya kekecewaan itu akan melatihkan kita kepada sebuah kedewasaan. kedewasaan yang akan membuat kita menjaga keluarga ini hingga waktu yang memisahkan kita. terserah orang mau bilang apa yang tetrpenting, kita senantiasa mendengarkan nya tapi tidak semena-mena menggambil perkataan itu. cukup didengarkan dan dirasakan sebagai bahan pertimbangan evaluasi.
perbedaan bukan berati dapat memisahkan kita bahkan hingga mencerai beraikan kita, tapi perbedaan itu sebagai pelengkap hidup kita. ketika ada yang egois akan pendapatnya, mencoba menjadi es sebagai pendingin panas yang ada. ketika ada yang sedih, mencoba menjadi air hangat yang senantiasa memberi kehangatan agar sedih itu hilang dan menjadi ceria kembali. bukankah kita memang keluarga, sebelum kita dipertemukanpun sebenarnya kita keluarga hanya kita saja yang belum merasakan hal itu. kita yang masih menganggap diri ini sebatang kara, individualis, dan perfikir pendek tanpa memikirkan sebab dan akibat. bagiku hidup ini terlalu indah untuk tidak mencari keluarga baru, terlalu indah untuk tidak mencari sebuah masalah, terlalu indah untuk tidak berkarya, dan terlalu indah untuk membagikan sebuah kebahagiaan yang tersimpan dalam diri ini.
kaki kecil, badan kecil ini masih terus ingin bergerak. bergerak di jalan Allah untuk keluarga yang sedang disinggahi saat ini. hanya butuh waktu untuk menyempurnakan keluarga ini meskipun kesempurnaan hanya milik Allah. waktu yang akan menjawab keluarga ini akan dibawa kejalan mana dan keluarga yang akan seperti apa.
aku bukan mencari keluarga yang sempurna, melainkan mencari keluarga yang mau bersamasama untuk menjadi sempurna.
terimakasih untuk waktu yang telah mempertemukan anak kecil ini dengan kelurga yang sedang belajar, belajar menjadi sempurna.
sanggat indah dan terimakasih telah diizinkan aku menjadi bagian dari keluarga kalian..
^_^
#RisalahHati
tapi karena kondisi seperti itulah, fikiran dan hati ini mulai tergugah. sebuah amanah itu berharga dan perlu dipertanggung jawabkan kelak, sehingga hati ini semakin belajar memaknai, memahami akan arti keluarga.
bukankah kita harus selalu memakai evaluasi, agar apa yang akan dilaksanakan kelak lebih baik dari sekarang. ketika yang peduli akan evaluasi hanya satu, dua orang saja apa jadinya keluarga ini. mulai rapuh dan tanpa batasan. itu hal yang sangat tidak diinginkan, pasti akan ada sebuah kekecewaan yang ada tapi sesunggungnya kekecewaan itu akan melatihkan kita kepada sebuah kedewasaan. kedewasaan yang akan membuat kita menjaga keluarga ini hingga waktu yang memisahkan kita. terserah orang mau bilang apa yang tetrpenting, kita senantiasa mendengarkan nya tapi tidak semena-mena menggambil perkataan itu. cukup didengarkan dan dirasakan sebagai bahan pertimbangan evaluasi.
perbedaan bukan berati dapat memisahkan kita bahkan hingga mencerai beraikan kita, tapi perbedaan itu sebagai pelengkap hidup kita. ketika ada yang egois akan pendapatnya, mencoba menjadi es sebagai pendingin panas yang ada. ketika ada yang sedih, mencoba menjadi air hangat yang senantiasa memberi kehangatan agar sedih itu hilang dan menjadi ceria kembali. bukankah kita memang keluarga, sebelum kita dipertemukanpun sebenarnya kita keluarga hanya kita saja yang belum merasakan hal itu. kita yang masih menganggap diri ini sebatang kara, individualis, dan perfikir pendek tanpa memikirkan sebab dan akibat. bagiku hidup ini terlalu indah untuk tidak mencari keluarga baru, terlalu indah untuk tidak mencari sebuah masalah, terlalu indah untuk tidak berkarya, dan terlalu indah untuk membagikan sebuah kebahagiaan yang tersimpan dalam diri ini.
kaki kecil, badan kecil ini masih terus ingin bergerak. bergerak di jalan Allah untuk keluarga yang sedang disinggahi saat ini. hanya butuh waktu untuk menyempurnakan keluarga ini meskipun kesempurnaan hanya milik Allah. waktu yang akan menjawab keluarga ini akan dibawa kejalan mana dan keluarga yang akan seperti apa.
aku bukan mencari keluarga yang sempurna, melainkan mencari keluarga yang mau bersamasama untuk menjadi sempurna.
terimakasih untuk waktu yang telah mempertemukan anak kecil ini dengan kelurga yang sedang belajar, belajar menjadi sempurna.
sanggat indah dan terimakasih telah diizinkan aku menjadi bagian dari keluarga kalian..
^_^
#RisalahHati
.jpg)
Komentar
Posting Komentar