Renungan Hati

Kita mempunyai sebuah hati yang sama, rasa yang sama. sama-sama ingin didengar ketika berbagi,  ingin dipahami ketika berbuat salah. namun, kadang tak tahu bagaimana menunjukkan maksud dan tujuan.
kadang, niat baik berujung salah faham. membangun sebuah kebijaksanaan dengan memaafkan, agar ringan beban itu, agar lapang hati ini, karena semua itu adalah bagian dari proses dari sebuah perjalanan.

sahabat bukanlah orang-orang yang aku pilih. mereka adalah orang-orang terbaik  yang dikirim oleh Allah untuk belajar bersama denganku. dalam proses pembelajaran itulah ada kesalahan. kekurangan itu sebuah keniscayaan, bukan masalah  yang menjadi masalah, tetapi sebuah pelangi persahabatan. bukan pelangi yang indah karena penuh warna, maka warnailah kebersamaan kita dengan ketulusan cinta, keberanian dalam menyampaikan yang benar untuk kebaikan. 

inilah sebuah proses kehidupan, proses dalam melengkapi hidup. dimana hati yang mempunyai maksud dan tujuan yang berbeda inilah mencoba disatukan dengan sikap dan sifat saling memahami, saling percaya, dan saling menerima apa yang terjadi tanpa sebuah celaan. mungkin inilah pemikiran yang sempit atau apalah yang menyebabkan hati ini sering rapuh, rapuh akan ketidakpastian. kekasatan hatimu, kegelisahan yang tak kunjung usai. lingkungan yang tiba-tiba tak bersahabat. hal-hal kecil yang memungsikan, satu permasalahan yang berubah permasalahan baru, kepenatan dalam kelapangan, kesepian dalam kebersamaan. semua itu akibat kekotoran hati, kedengkian tersembunyi. sejenak, menengok ke taman hatimu, mencabut ilalang-ilalang itu. membiarkan bunga-bunga bahagia itu tumbuh mekar mewarnai harimu. 

semua membutuhkan sebuah proses, proses dalam menjalankan sebuah perubahan. tak akan ku menjadi sosok mereka, dia ataulah kita. karena aku adalah diri sendiri yang sedang mencari jati diri tanpa sebuah paksaan. "jika kamu tidak dapat memberikan manfaat bagi muslim lain, janganlah menyakiti mereka. jika kamu dapat membuat mereka bahagia, janganlah membuat mereka sedih. jika kamu tidak bisa menyenangkan mereka, janganlah menyiksa mereka, dan jika kamu tidak dapat memuji mereka, janganlah meremehkan mereka" (Yahya bin Mu'adz)

tak semua perbedaan itu menjadi sebuah permsalahan yang menyebabkan komunikasi yang telah terjalin selama ini renggang dan hilang begitu saja, justru dengan perbedaan itulah kita bisa sama-sama belajar dengan sudut dan cara pandang yang berbeda. sebuah kata yang pernah kudengar yaitu, semakin membenci semakin sakit hati. janganlah membiarkan hati ini terbakar oleh emosi. lapangkanlah dengan mendo'akan yang terbaik bagi yang menyakiti. jika kau balas dengan menyakitinya, tak ada beda antara aku dan dengan dirinya. emosi bukanlah hal yang bai untuk dipertahankan, karena emosi merupakan hawa nafsu yang perlu dihilangkan karena dia perusak hubungan dan komunikasi yang  telah terjalin selama ini. tak ada yang benar dan tak ada  yang salah, marilah kita saling intropeksi diri masing-masing agar semua yang telah pudar kembali ke semula dengan suatu perubahan. hidup itu memang indah, indah untuk dikenang dan indah untuk dilupakan. disaat keindahan itu hadir, janganlah kamu terlena dengan kebahagiaan itu dan ketika keburukan itu datang janganlah terpuruk dengan kondisi yang ada. bangkit dan cari kehidupan yang dapat membuatmu lupa akan permasalahan  yang ada. 

tidak semua apa yang kita inginkan berjalan atau direspon dengan baik orang lain, bahkan bisa menjadi sebuah kegagalan. dan ketika apa  yang kamu inginkan tidak direspon dengan baik, hatimu tetap bahagia. lapangkanlah karena manusia bukan orientasi utama dalam hidup ini. mengasah hati dangan berbagi, berbagi sebuah senyuman, berbagi rezki, berbagi ilmu, dan berbagi segala kebermanfaatan. sulitnya sebuah senyuman karena kekeruhan hati. susahnya memaafkan karena kesempitan dada, susahnya bergaul karena angkuhnya jiwa. dan berikanlah ruang hati yang terindah untuk saling memaafkan. beri ruang bagi pikiran untuk berperasangkan baik. baik dan buruk tergantung pada hati dan pikiran ini.

lagi-lagi nasehat ini mengingatkan akan kehidupan ini.
sahabat yang baik, ia akan mengingatkanmu untuk selalu dekat kepada-Nya.
sahabat  yang baik, ia dekat bukan karena hartamu.
sahabat yang baik, ia dekat bukan karena kepentingan.
sahabat yang baik, ia tegas karena cintanya padamu.
sahabat yang baik, selalu ingat namamu di sela-sela do'anya.
sahabat yang baik, tulus berkorban untukmu betapapun ia kekurangan.
sahabat yang baik, ada ketika semua tak ada.
sahabat yang baik, ia membelamu ketika kau tak ada di sisi.

mungkin ini sebuah sekenario hidup yang Allah berikan untukku saat ini, bagaimana menyikapi sebuah keresahan hati. hati yang masih rapuh dan sering tergoyahkan. tak disadari, seseorang yang menyakitimu, ia pun sebenarnya sedang sakit, bahkan lebih sakit.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

it's my choice

Inilah caraku memaknai arti cinta

Terdiam