Rencana Allah itu lebih Indah dari rencana manusia
sungguh luar biasa ketika jum'at, 14 Februari 2014 itu tiba. begitu lebatnya hujan tapi sayangnya hujan yang turun itu bukan sekedar hujan air tapi hujan abu, dan ternyata itu akibat dari letusan gunung Kelud yang berada di Blitar, Jawa Timur. hal itu mengingatkan manusia kecil ini empat tahun yang lalu tepatnya 2010, letusan gunung merapi. bedanya ketika tahun itu kami bersusah payah menyelamatkan diri yang sekarang hanya bisa berdiap diri didalam kos yang tak bisa berbuat apa-apa. menyadari ketika manusia diberikan sebuah bencana dan ujian dan disitulah manusia tak bisa berbuat apa-apa kecuali bersyukur dengan nikmat musibah yang Allah berikan pada manusia.
22:49 merupakan letusan pertama gunung kelud mengeluarkan isinya dan disana pula dapat dilihat dalam surat 22 (Al-Haj) ayat 49 katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu".
memang secara tidak langsung hal itu dianggap kebetulan tetapi dibalik kebetulan itu memang Allah telang menyiapkan segala yang akan terjadi di dunia ini, oleh karena itu memang selayaknya manusia menyembah apa yang sepantasnya kita sembah. pukulan yang keras kita sebagai manusia tetapi tidak menyayangi apa yang ada didunia ini tidak sewajarnya memberlakukan mereka dengan baik. kita sesama makhluk ciptaan tuhan selayaknya saling melengkapi dan saling mencintai. mungkin ini juga merupakan teguran yang sangat besar kepada kita "manusia", sebelum diberikannya sebuah musibah kita seenaknya saja memperlakukan mereka dari tidak mencintai lingkungan kita bahkan sampai menyia-nyiakan keberadaan mereka, mungkin dengan bencana alam yang ada saat ini merupakan imbas dari kesrakahan manusia. merasa manusia paling sempurna dan mengambil apa yang bukan milik manusia. dan ketika bencana alam terjadi manusia hanya bisa mengeluh dan mengeluh dengan keadaan yang ada ya, mungkin ada yang memflasback dan merenungi kesalahannya sebagai manusia tapi itu mungkin hanya sebatas ketika dia terkena musibah itu dan setelah musibah itu berakhir ya mereka kembali ke kebiasaan yang lama. perih, sakit, malu, dan merasa tidak berguna ketika hal itu terjadi. tidak memanfaatkan apa yang selayaknya manusia laksanakan di dunia ini. itulah tabiat manusia, jika tidak ada hal seperti itu sepertinya akan terjadi kehidupan yang datar tanpa permasalahan yang ada.
dan kini setelah apa yang terjadi saat ini yang bisa kami lakukan membersihkan apa yang perlu dibersihkan, menumbuhkan rasa kemanusiaan yang tertanam pada diri manusia, berkerja bersama-sama untuk kenyamanan bersama. menjadi relawan untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan. mencari donatur yang mau menyisihkan sedikit hartanya untuk saudara kita di lokasi bencana. membersihkan jalan, perkantoran, perumahan, dan tempat kuliah kita, agar ruangan-ruangan itu bisa dipakai seperti halnya semula dan kembali beraktivitas semula agar kerugian yang ada tidak semakin banyak dan kita tidak berlama-lama meratapi nasib akan musibah ini.
"mereka orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka ampunan dan rezeki mulia."
cintailah lingkungan kita selayaknya mencintai diri kita sendiri. karena apa yang kita cintai akan memberikan manfaat untuk diri kita dan orang lain. lebih baik mencintai dan terluka daripada bersembuyi ketakutan dalam hidup yang tanpa cinta, karena memang cinta itu tidak akan menjamin sebuah kebahagiaan, tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa cinta. taburkanlah rasa kasih, sayang, dan cinta kita kepada orang-orang disekeliling kita bahkan hingga kelingkungan kita agar kehidupan yang kita jalani saat ini berjalan selaras.
22:49 merupakan letusan pertama gunung kelud mengeluarkan isinya dan disana pula dapat dilihat dalam surat 22 (Al-Haj) ayat 49 katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu".
memang secara tidak langsung hal itu dianggap kebetulan tetapi dibalik kebetulan itu memang Allah telang menyiapkan segala yang akan terjadi di dunia ini, oleh karena itu memang selayaknya manusia menyembah apa yang sepantasnya kita sembah. pukulan yang keras kita sebagai manusia tetapi tidak menyayangi apa yang ada didunia ini tidak sewajarnya memberlakukan mereka dengan baik. kita sesama makhluk ciptaan tuhan selayaknya saling melengkapi dan saling mencintai. mungkin ini juga merupakan teguran yang sangat besar kepada kita "manusia", sebelum diberikannya sebuah musibah kita seenaknya saja memperlakukan mereka dari tidak mencintai lingkungan kita bahkan sampai menyia-nyiakan keberadaan mereka, mungkin dengan bencana alam yang ada saat ini merupakan imbas dari kesrakahan manusia. merasa manusia paling sempurna dan mengambil apa yang bukan milik manusia. dan ketika bencana alam terjadi manusia hanya bisa mengeluh dan mengeluh dengan keadaan yang ada ya, mungkin ada yang memflasback dan merenungi kesalahannya sebagai manusia tapi itu mungkin hanya sebatas ketika dia terkena musibah itu dan setelah musibah itu berakhir ya mereka kembali ke kebiasaan yang lama. perih, sakit, malu, dan merasa tidak berguna ketika hal itu terjadi. tidak memanfaatkan apa yang selayaknya manusia laksanakan di dunia ini. itulah tabiat manusia, jika tidak ada hal seperti itu sepertinya akan terjadi kehidupan yang datar tanpa permasalahan yang ada.
dan kini setelah apa yang terjadi saat ini yang bisa kami lakukan membersihkan apa yang perlu dibersihkan, menumbuhkan rasa kemanusiaan yang tertanam pada diri manusia, berkerja bersama-sama untuk kenyamanan bersama. menjadi relawan untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan. mencari donatur yang mau menyisihkan sedikit hartanya untuk saudara kita di lokasi bencana. membersihkan jalan, perkantoran, perumahan, dan tempat kuliah kita, agar ruangan-ruangan itu bisa dipakai seperti halnya semula dan kembali beraktivitas semula agar kerugian yang ada tidak semakin banyak dan kita tidak berlama-lama meratapi nasib akan musibah ini.
"mereka orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka ampunan dan rezeki mulia."
cintailah lingkungan kita selayaknya mencintai diri kita sendiri. karena apa yang kita cintai akan memberikan manfaat untuk diri kita dan orang lain. lebih baik mencintai dan terluka daripada bersembuyi ketakutan dalam hidup yang tanpa cinta, karena memang cinta itu tidak akan menjamin sebuah kebahagiaan, tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa cinta. taburkanlah rasa kasih, sayang, dan cinta kita kepada orang-orang disekeliling kita bahkan hingga kelingkungan kita agar kehidupan yang kita jalani saat ini berjalan selaras.

Komentar
Posting Komentar